PTI UNY Perkuat Literasi Digital Guru SD Bantul lewat Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial BBGTK

Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika (PTI), Departemen Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika (DPTEI), Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas pendidik melalui keterlibatan aktif pada kegiatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang diselenggarakan oleh BBGTK. Kegiatan ini difasilitasi melalui LPD FT UNY dan menghadirkan tiga pengajar yang berasal dari dosen Prodi PTI.

Pelatihan ini berfokus pada penguatan konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial bagi guru-guru Sekolah Dasar (Fase C). Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada materi teknis, tetapi juga pada kerangka berpikir dan etika penggunaan teknologi agar implementasinya di sekolah tetap bertanggung jawab dan berorientasi pada pembelajaran yang aman.

Fokus Pelatihan: Konsep Dasar yang Siap Diterapkan di Kelas

Materi pelatihan disusun untuk menjawab kebutuhan nyata guru SD, khususnya pada penguatan fondasi berpikir komputasional dan pengenalan AI yang relevan untuk pembelajaran. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi:

  1. Computational Thinking
    Peserta dilatih memahami cara memecah masalah, mengenali pola, melakukan abstraksi, dan menyusun langkah pemecahan masalah secara sistematis sehingga mudah ditransformasikan menjadi aktivitas pembelajaran di kelas.

  2. Algoritma
    Materi algoritma diberikan secara praktis, menekankan bagaimana guru dapat membimbing siswa menyusun urutan langkah yang logis, terukur, dan dapat diuji melalui contoh konteks pembelajaran SD.

  3. Basic AI dan Etika Penggunaan AI
    Peserta dikenalkan pada konsep dasar kecerdasan artifisial, contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta prinsip etika penggunaan AI, termasuk kesadaran bias, privasi data, dan batasan penggunaan AI dalam proses pembelajaran.

Pendampingan Luas: Menjangkau Sekitar 150 Sekolah di Kabupaten Bantul

Kegiatan KKA ini menjadi bagian dari pendampingan PTI dalam skala yang lebih besar. PTI aktif mendampingi guru-guru dari sekitar 150 sekolah di Kabupaten Bantul, dengan mekanisme pengiriman satu perwakilan guru dari setiap sekolah sebagai peserta. Model ini memungkinkan dampak pelatihan menyebar lebih cepat, karena guru peserta dapat menularkan praktik baik dan materi inti kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. Dengan cakupan tersebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan satu kali, tetapi juga membangun ekosistem peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, selaras dengan kebutuhan transformasi pembelajaran berbasis teknologi pada jenjang pendidikan dasar.

Kontribusi PTI: Kolaborasi, Keilmuan, dan Dampak Nyata

Keterlibatan dosen PTI sebagai pengajar menegaskan peran prodi dalam menjembatani kebutuhan pendidikan dasar dengan perkembangan teknologi mutakhir. Dalam sesi pelatihan, para pengajar mendorong pendekatan yang mudah dipahami, kontekstual, dan aplikatif agar guru SD dapat menerapkan materi secara bertahap sesuai kesiapan sekolah. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan digital, kegiatan ini memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan, sekaligus memastikan penggunaan teknologi dilakukan secara bijak, etis, dan berorientasi pada keselamatan peserta didik.

Melalui kolaborasi bersama BBGTK dan dukungan LPD FT UNY, Prodi PTI DPTEI FT UNY terus mengambil peran strategis dalam penguatan literasi koding dan AI di level pendidikan dasar. Kegiatan ini menjadi bukti konkret kontribusi PTI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru, memperluas jejaring dampak, serta mendorong transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.